16 Pemain ‘Timnas’ Aceh Masuk Klub Paraguay dan Argentina

BANDA ACEH - Sebanyak 16 pemain ‘Timnas’ Aceh dari 30 orang yang berlatih ilmu sepakbola di Parguay sudah direkrut tiga klub di Paraguay dan satu klub di Argentina. Sedangkan sisanya sedang menjalani proses seleksi lanjutan untuk menentukan kepastian direkrut oleh klub lain. Tapi hanya tiga bermain yang bermasalah dengan cidera dan jantung dari 30 orang yang dikirim Paraguay.



Demikian ditegaskan lagi oleh Perwakilan Soccer Training Program (STP) sekaligus menjabat Wakil President Indonesian Business and Culture Centre (IBBC), Sergio Sanchez Hausmann, dan Direktur Diego Ignacio Saez. Pemaparan Serrgio dan Diego itu diterjemahkan Latif saat bertemu Wakil Ketua Komisi E DPR Aceh, Safwan Yusuf dan Wakil Ketua Komisi B DPR Aceh, Darmuda serta Kadispora Aceh Hasan Basri di ruang kerja Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Selasa (22/3).

Menurut Sergio, ada 16 pemain ‘Timnas’ Aceh sudah masuk dalam empat klub di Argentina dan Paraguay. Satu pemain atas nama Zikri Akbar masuk dalam klub Divisi I Argentina, CASLA. Lima pemain atas nama Syahrizal, Rahmat Maulana, Imanda Putra, Muhammad Lirival Andrea dan Rahmanuddin masuk ke klub Divisi II Paraguay, Trinidense. “Menurut pelatih disana, Zikri Akbar punya kemampuan skill bermain di Eropa bila sudah bermain diatas satu tahun setengah di Argentina. Karena kompetisi di Brazil dan Argentina adalah penyuplai pemain ke Eropa,” ujar Sergio.

Tiga pemain lain, kata Sergio, yaitu Teuku Muhammad Iqbal Alfajri, Hadina Rivaldi Diaz dan Dede Ramadhan masuk ke klub Divisi IV Paraguay, Atlantida. Tim Atlantida merupakan penyuplai pemain terbanyak ke Timnas Paraguay. Empat pemain lagi atas nama Muarrif, Bryan Muharram Setiawan Anwar, Taufiq Aqsar dan Jalwandi direkrut klub Divisi II Paraguay, Fernandi de la Mora.

Selanjutnya, kata Sergio, ada empat pemain lagi yang baru direkrut oleh klub Fernando de la Mora dari 14 pemain yang sedang menjalani seleksi. Ke-14 pemain tersebut, yaitu Zoel Fadli, Andri Muliadi, Nendi Fadriansyah, Firdaus Ramadhan, Zikrillah Tarmizi, Gian Randi Saputra, Satria Setiawan, Feli Ariesta, Randy Risky, Ahmad Agung Fauzan, Armiadi, Hardiansyah, Sayuti dan Arief Hidayat.

“Diperkirakan dari 10 pemain yang tersisa ini masih punya peluang untuk bergabung dalam klub di Paraguay selama selama seleksi yang masih berlangsung. Hanya tiga pemain Faumi Syahreza dan Malem Budiman yang masih didera cidera serta Agam Ramatillah bermasalah dengan jantung bawaan sejak kecil. Kami berharap lebih banyak lagi pemain Aceh yang direkrut oleh klub-klub di Paraguay,” ujar Sergio.

Sementara itu, Kadispora Aceh, Hasan Basri meminta kepada Sergio dan Diego untuk mengirim video pertandingan ujicoba antara ‘Timnas’ Aceh dengan salah satu klub di Paraguay. Nantinya, video itu akan diputar disalahsatu televisi lokal di Aceh supaya bisa disaksikan oleh masyarakat. Permintaan tersebut ditanggapi positif oleh Sergio dan Diego yang siap mengirim rekaman ujicoba terakhir.

Kebangkitan Sepak Bola Serambi Mekah

Berbicara soal pembinaan usia dini, mengingatkan saya pada sejumlah anak-anak muda Aceh seumur remaja SMA yang sampai saat ini masih berada di Paraguay. Sejumlah anak-anak muda Aceh itu, sejak 8 Agustus tahun 2008 dikirim oleh Pemerintah Aceh ke sana dalam rangka menuntut ilmu sepakbola. Oleh sejumlah sejumlah koran lokal, mereka disebut sebagai Timnas Aceh.



Dalam skuad timnas Aceh yang dikirim ke Paraguay berjumlah tiga Puluh putra terbaik Aceh diantaranya, Muarif dari Langsa, Faumi Syah Reza dari Kabupaten Singkil, Satria Setiawan dari Aceh Utara, Zikrillah Tarmidi dari Aceh Utara, Zikri Akbar dari Bireuen, Rahmat Maulana dari Bireuen, Syahrijal dari Bireuen, T M Iqbal dari Bireuen, Zoel Fadli dari Pidie, Nendi Fadriansyah dari pidie, Ahmad Agung Fauzan dari Banda Aceh, Taufik Aksal dari Banda Aceh, Malem Budiman dari Banda Aceh, Dede Ramadhan dari Banda Aceh, Rivaldi dari Banda Aceh, Randi Rizki dari Aceh Besar, Andri dari Aceh Besar, Brayan dari Sabang, dll. Selama di Paraguay, Timnas Aceh saat ini ditangani Escuela Empoli FC.



Mengingat mereka masih harus menempuh pendidikan tingkat SMA, maka mereka juga didampingi oleh empat guru pendamping, yaitu Samsuar,S.Pd sebagai Manager, Mirza Afuadi,S.Pd, Mahdalena,S.Pd, dan Nasruddin,S.Pd.
Tentu saja salah satu tujuan penggiriman tim sepakbola Aceh ke Paraguay adalah untuk memajukan persepakbolaan Aceh. Menurut Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang dikutip beberapa media local bahwa suatu saat Aceh memiliki tim sepakbola yang tangguh, sehingga akan menjadi kiblat persepakbolaan di Tanah Air. Karena itu Pemerintah Provinsi Aceh telah mengalokasikan dana sekitar Rp45 miliar untuk mendanai pembinaan tim junior ke Paraguay selama tiga tahun.

Mengenai keadaan mereka selama di Paraguay, sebagaimana yang dilaporkan media local di Aceh, selama ini perkembangan Timnas Aceh sudah mengalami kemajuan. Bahkan beberapa kali mampu mengalahkan klub papan atas Liga Paraguayo seperti Cerro Porteno. Meskipun pada awal-awal tahun 2010 pernah terbersit kabar bahwa timnas Aceh pernah terlunta-lunta berkaitan masalah tempat tinggal dan konsumsi. Sehingga sempat ramai diprotes oleh orang tua mereka di Aceh. Namun hal itu sudah kembali di atasi setelah dibentuk tim khusus untuk menanggani masalah itu.
Melihat track record kesebelasan Paraguay selama piala dunia kali ini, memang membawa harapan tertentu kepada timnas di Aceh. Seperti yang kita saksikan Timnas Paraguay mampu berbuat banyak meskipun akhirnya dihentikan dapat dihentikan Spanyol untuk memperoleh satu tiket menuju babak semifinal.
Pertanyaannya adalah apakah gaya sepakbola Aceh ke depan akan seperti yang diperlihatkan oleh timnas Paraguay selama piala dunia itu? Jawabanya sangat tergantung pada kemampuan mereka yang sedang berlatih di Paraguay dalam mengadopsi gaya sepakbola di sana. Banyak yang berharap mereka mampu melakukan itu sehingga dapat membawa perubahan dalam dunia sepakbola kita.

Satu hal yang perlu dicatat, melihat perkembangan sepakbola kita selama ini yang belum dapat berbicara banyak banyak. Mungkin ini salah satu solusi, bagaimana setiap daerah mau mengirim atlet sepakbolanya untuk belajar di negeri orang. Tak perlu mengharapkan pada PSSI. Memang hasilnya perlu ada pembuktian, tetapi Aceh sudah mencoba melakukannya.
AYO BANGKIT GARUDA-GARUDA MUDA SERAMBI MEKAH.

Semoga Garuda-Garuda Muda Seantero Nusantara Juga Bangkit Untuk Memerah Putihkan Dunia
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment