Tiket Kereta Api Habis Terjual Padahal Lebaran Masih Lama

Ilustrasi
Walaupun Lebaran Idul Fitri masih cukup lama, namun suasana Lebaran sudah mulai terlihat di sejumlah stasiun di Jakarta dan di beberapa daerah. Masyarakat yang ingin pulang kampung berbondong-bondong untuk mendapatkan tiket kereta api mudik menuju kampung daerahnya masing - masing.

Ratusan calon penumpang antre mengular di loket pemesanan Stasiun Jatinegara Jakarta Timur, Kamis (15/5/2014). Mereka mencoba mengadu nasib demi mendapatkan tiket tambahan mudik lebaran menggunakan kereta api.

Waki Kepala Stasiun Jatinegara, Sutayat mengatakan, kondisi penumpang yang mencari tiket untuk mudik Lebaran memang sudah mulai ada peningkatan di Stasiun Jatinegara. Menurutnya, PT KAI sendiri sudah mulai mengoperasikan 11 KA tambahan untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tiket kereta api untuk kelas ekonomi, bisnis hingga eksekutif tersebut ludes terjual sejak dibuka penjualannya H-90. Bahkan data di PT KAI tiket habis untuk H-7 hingga H+5. Namun untuk hari lainnya masih tersedia.

Pemburu tiket Kereta Api Lebaran tampaknya harus memutar otaknya untuk mendapatkan tiket mudik. Ada yang harus sampai menginap di kantor demi mendapatkan akses internet yang cepat untuk ‘menyerbu’ situs penjualan tiket KA karena jaringan sinyal lebih cepat ketimbang di rumah mereka.

Namun beberapa situs online kereta api seperti www.kereta-api.co.id dan www.tiket.com sangat sulit diakses. ”Kami pun gerah dengan keadaan sementara tiket belum di tangan,” tutur Heriyanto, karyawan BUMN di kawasan Halim.

“Saya dan teman saya berpikir ini adanya permainan dalam di pihak KAI khususnya di bagian reservasi. Karena dari tahun ke tahun saya tidak pernah mendapatkan tiket kereta api pesan lewat online selalu saja cepat habis,” aku Hery yang mengaku pernah menangani reservasi juga.

Adapun isu yang beredar bahwa Tiket KA Tambahan Ludes karena Diborong Calo. PT Kereta Api Indonesia (KAI) kemudian membantah isu habisnya tiket KA tambahan disebabkan oleh aksi borong calo. PT KAI menilai isu tersebut berlebihan karena sistem pembelian online diterapkan untuk mencegah aksi calo tiket.

"Ah itu terlalu berlebihan, isu itu biasanya dilempar oleh calo yang kesulitan dapat tiket," ujar Agus Komarudin, Kepala Humas DAOP I PT KAI saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (16/5/2014).

Agus menilai isu aksi borong calo tersebut tidak mungkin sebab sistem pembelian maupun boarding KA saat ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan sistem manual.

Penggunaan sistem online yang diterapkan PT KAI menurutnya dirancang justru untuk mencegah terjadinya aksi calo.

Sebelumnya, PT KAI mengkonfirmasi bahwa tiket 32 KA tambahan mudik rute Jakarta tujuan Jawa Timur, Yogyakarta dan Jawa Tengah pada H-5 sampai H-1 telah habis terjual. KA tambahan tersebut memiliki jumlah tempat duduk sebanyak 197.136 penumpang. Dengan rincian 18 KA tambahan komersil dan 14 kelas ekonomi.

Sementara itu, Menteri Perhubungan EE Mangendaan mengimbau, masyarakat yang tidak mendapatkan tiket KA untuk beralih menggunakan moda transportasi lain salah satunya bus. Menurutnya, Organisi Angkutan Darat (Organda) sudah siap menampung limpahan penumpang KA yang kehabisan tiket.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment