Sharing tutorial, chord, option file, file gpx gunung.

Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Agustus 2013

#Ahay Kata Populer Dari Komentator Bola Indonesia

#Ahay Kata Populer Dari Komentator Bola Indonesia


Kata #Ahay lagi Trend di Dunia Maya (Twitter) di Indonesia. Kata #Ahay ini menjadi booming dalam 3 hari terkahir ini.bukan tidak mungkin kata ini berasal dari salah satu komentator sepakbola yang berasal dari tv swasta.

Dalam dua pertandingan persahabatan Timnas Indonesia Senior dan timnas U-23. sang komentator seraya serius menyaksikan pertandingan sepakbola tersebut sambil mengucapkan kata #ahay. oleh karena itulah di situs social dunia maya twitter lagi booming- bomingnya menggunakan hastag #ahay.

Bagaimana menarik bukan info #ahay dari indonesia ini. inilah sedikit contoh sang komentator berbicara mengenai #ahay. "Greg Nwokolo shoting, ahay pemirsa ", Okto membawa bola di sana ada syamsir alam shot ahay pemirsa". Begitulah sedikit gambaran terhadap sang komentator bola yg mengucapkan berkali-klai kata #AHAY_Pemirsa itu.

Berikut cuplikan video dari pertandingan indonesia melawan Filiphina yg berakhir dengan kemenangan indonesia 2 - 0 yang terkutip sang komentator #ahay_pemirsa.


#Setiawantkj
#Semoga Bermanfaat

Selasa, 09 April 2013

Inilah 8 Pemain Sepakbola yang Pernah Berselingkuh

Inilah 8 Pemain Sepakbola yang Pernah Berselingkuh

Halo Sobat blogger, Menjadi pesepakbola profesional memang enak. Popularitas dan uang melimpah mudah didapatkan. Sayangnya, ada sebagian pemain yang menggunakan kelebihan ini untuk melakukan perselingkuhan.

Perselingkuhan sebenarnya bukan "barang" baru di dunia sepakbola. Pria sekelas manajer Arsenal, Arsene Wenger, sampai mantan pelatih timnas Inggris, Sven-Goran Eriksson, juga pernah melakukannya.

Namun, hal ini menjadi bombastis ketika yang melakukannya adalah pemain yang berada di puncak kariernya. Berikut delapan pemain yang pernah ketahuan berselingkuh seperti dilansir caughtoffside:

1. Franck Ribery (Bayern Munich)
Pemain asal Prancis ini sempat tersandung skandal prostitusi. Pasalnya, ia melakukan hubungan seksual dengan Pekerja Seks Komersil (PSK) di bawah umur bernama Zahai Dehar.
Bercinta dengan PSK di Prancis merupakan hal yang legal. Namun, masalah jadi besar ketika PSK tersebut masih di bawah umur. Hukum Prancis melarang keras seorang pria meniduri gadis di bawah umur. Ketika melakukan perselingkuhan, Ribery masih berstatus suami dari model bernama Wahiba.

2. Ryan Giggs (Manchester United)
Ini yang paling parah. Legenda MU ini pernah berselingkuh selama delapan tahun dengan adik iparnya sendiri, Natasha. Ia juga pernah berselingkuh dengan model seksi, Imogen Thomas.

3. Wayne Rooney (Manchester United)
Rooney ketahuan berselingkuh dengan beberapa PSK di Inggris. Jenny Thompson adalah satu PSK favorit Rooney. Keduanya berhubungan saat istri Rooney, Coleen, sedang mengandung anak pertama mereka.

4. David Beckham (Paris Saint-Germain)
Beckham pernah dikabarkan beberapa kali melakukan perselingkuhan. Namun, ada satu yang paling dikenang yakni dengan seorang wanita bernama Rebecca Loos. Wanita ini juga membeberkan secara detail perselingkuhannya dengan bintang PSG tersebut.

5. Peter Crouch (Tottenham Hotspur)
Peter Crouch memang sudah bertunangan dengan model papan atas, Abbey Clancy. Namun, ini tak menghentikannya untuk bercinta dengan seorang PSK remaja bernama Monica Mint. Perselingkuhan ini terjadi di Kota Madrid, Spanyol.

6. Ashley Cole (Chelsea)
Sekitar 5 bulan menikah dengan Cheryl, Ashley Cole kepergok melakukan perselingkuhan. Setelah meminta maaf, Cheryl akhirnya mau menerima Cole kembali.
Namun, tak lama berselang, beberapa wanita mengirimkan foto telanjang mereka ke telepon genggam Cole. Ini membuat kesabaran Cheryl habis. Keduanya kemudian bercerai pada 2010.

7. John Terry (Chelsea)
Kapten The Blues ini berselingkuh dengan Vanessa Perroncel yang juga merupakan mantan kekasih rekannya di Chelsea, Wayne Bridge. Terry bahkan sampai memaksa Vanessa melakukan aborsi. Setelah aibnya terungkap, Terry langsung dicopot dari jabatan kapten tim nasional Inggris.

8. Carlos Tevez (Manchester City)
Tevez pernah ketahuan berselingkuh dengan seorang model bernama Mariana Paesani. Padahal, saat itu kekasih Tevez, Vanessa, baru saja melahirkan putri mereka, Katie.

referensi : vivanews

Kamis, 21 April 2011

Real Madrid juara, Sayangnya Trofi Copa del Rey Hancur

Real Madrid juara, Sayangnya Trofi Copa del Rey Hancur

Ronaldo Persembahkan Piala Raja
Madrid saat ini mengoleksi 18 trofi Copa del Rey.

Real Madrid akhirnya menambah perolehan koleksi trofi Copa del Rey (Piala Raja) setelah mampu menang atas Barcelona pada partai final di Stadion Mestalla, Rabu, 20 April 2011.

Dengan tambahan trofi itu, Madrid saat ini mengoleksi 18 trofi Copa del Rey. Madrid terakhir memperoleh Piala Raja pada tahun 1993.

Madrid baru bisa memastikan kemenangan setelah melalui laga selama 120 menit. Madrid menang setelah gol semata wayang Cristiano Ronaldo pada menit ke-103. Gol Ronaldo terjadi berkat umpan silang dari Angel Di Maria. Ronaldo yang tanpa pengawalan ketat pemain belakang El Barca dengan tenang melesakkan bola lewat tandukan kepalanya.

Bermain di Stadion Mestalla, kedua tim bermain keras dan taktis. Wasit yang memimpin pertandingan itu terpaksa sampai harus mengeluarkan delapan kartu kuning dan satu kartu merah.

Madrid terus melancarkan serangan di babak pertama. Sejumlah peluang dari Cristiano Ronaldo masih mentah di tangan kiper Jose Pinto dan barisan pertahanan Barcelona.

Madrid kembali belum menemui keberuntungan ketika sundulan Pepe hanya mampu membentur tiang kanan gawang Barca. Hingga akhir babak pertama, skor masih 0-0.

Di babak kedua, giliran Barcelona yang menebar ancaman. Beberapa kali manuver Lionel Messi merepotkan kubu El Real.

Salah satunya pada menit ke-74 ketika tendangan Messi masih bisa ditepis kiper Iker Cassilas. Peluang emas untuk Barca kembali datang di menit ke-80, kali ini melalui kaki Andres Iniesta.

Menjelang akhir babak kedua, Madrid gantian membalas dengan serangan balik. Dalam rentan waktu yang tidak terlalu lama, Madrid telah melesakkan dua peluang emas melalui Ronaldo dan Angel Di Maria. Namun, Pinto berhasil menggagalkan usaha pemain Madrid dengan melakukan penyelamatan gemilang.

Hingga waktu normal habis, kedua tim masih belum mampu membuat gol. Pertandingan pun terpaksa dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

Memasuki waktu extra time, kedua tim masih saling menyerang. Pilihan pelatih Jose Mourinho yang lebih memilih melakukan serangan balik membuahkan hasil.

Di saat pasukan Pep Guadiola asyik menyerang, Madrid mampu mencuri peluang. Lewat Di Maria yang menggiring bola ke sisi kiri lapangan langsung mengirimkan bola ke dalam kotak penalti. Ronaldo yang tanpa pengawalan ketat pemain belakang El Barca mampu mencetak gol lewat tandukan kepalanya. 1-0 untuk Real Madrid.

Pada menit ke-120, Madrid harus kehilangan satu pemainnya, Di Maria setelah melakukan pelanggaran kepada Messi. Wasit Alberto Undiano Mallenco terpaksa memberikan kartu merah kepada pemain asal Argentina itu.

Tertinggal satu gol, Barcelona sebenarnya langsung tancap gas. Sayang, upaya Lionel Messi untuk menembus pertahanan Madrid selalu gagal. Hingga laga usai, skor tetap bertahan 1-0 untuk kemenangan Madrid.


Terlindas Bus, Trofi Copa del Rey Hancur
Piala Raja yang jatuh tepat di depan bus langsung digilas tanpa ampun.

Insiden memalukan terjadi saat pemain Real Madrid dan trofi Copa del Rey diarak di depan ribuan fans Madrid. Bek Madrid Sergio Ramos tanpa sengaja menjatuhkan Piala Raja yang membuat benda keramat itu hancur.

Lebih dari 150 ribu Madridista memadati Plaza de Cibeles, simbol megah Kota Madrid, untuk menyambut pahlawan-pahlawan mereka membawa trofi Copa del Rey. Namun sebuah insiden mewarnai pesta kemenangan Madrid atas Barcelona.

Dalam arak-arakan bus terbuka, Ramos tanpa sengaja menjatuhkan trofi. Dalam tayangan ulang, Ramos yang berusaha menurunkan trofi dari kepalanya secara tak sengaja tersenggol tangan Marcello yang juga antusias merayakan kemenangan.

Piala Raja yang jatuh tepat di depan bus langsung digilas tanpa ampun. Bus langsung berhenti setelah Madrista berkerumun untuk melihat trofi yang telah hancur karena tergilas ban depan bus yang mengangkut pemain-pemain Madrid. Insiden ini terjadi pukul 4 pagi waktu setempat.

Namun insiden itu tak menyurutkan pesta Madridista di Plaza de Cibeles. Pemain-pemain Madrid tetap merayakan kemenangan tanpa memegang trofi megah itu. Madrid menang setelah gol semata wayang Cristiano Ronaldo dilesakkan pada menit ke-103.

Sabtu, 09 April 2011

16 Pemain ‘Timnas’ Aceh Masuk Klub Paraguay dan Argentina

16 Pemain ‘Timnas’ Aceh Masuk Klub Paraguay dan Argentina

BANDA ACEH - Sebanyak 16 pemain ‘Timnas’ Aceh dari 30 orang yang berlatih ilmu sepakbola di Parguay sudah direkrut tiga klub di Paraguay dan satu klub di Argentina. Sedangkan sisanya sedang menjalani proses seleksi lanjutan untuk menentukan kepastian direkrut oleh klub lain. Tapi hanya tiga bermain yang bermasalah dengan cidera dan jantung dari 30 orang yang dikirim Paraguay.



Demikian ditegaskan lagi oleh Perwakilan Soccer Training Program (STP) sekaligus menjabat Wakil President Indonesian Business and Culture Centre (IBBC), Sergio Sanchez Hausmann, dan Direktur Diego Ignacio Saez. Pemaparan Serrgio dan Diego itu diterjemahkan Latif saat bertemu Wakil Ketua Komisi E DPR Aceh, Safwan Yusuf dan Wakil Ketua Komisi B DPR Aceh, Darmuda serta Kadispora Aceh Hasan Basri di ruang kerja Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Selasa (22/3).

Menurut Sergio, ada 16 pemain ‘Timnas’ Aceh sudah masuk dalam empat klub di Argentina dan Paraguay. Satu pemain atas nama Zikri Akbar masuk dalam klub Divisi I Argentina, CASLA. Lima pemain atas nama Syahrizal, Rahmat Maulana, Imanda Putra, Muhammad Lirival Andrea dan Rahmanuddin masuk ke klub Divisi II Paraguay, Trinidense. “Menurut pelatih disana, Zikri Akbar punya kemampuan skill bermain di Eropa bila sudah bermain diatas satu tahun setengah di Argentina. Karena kompetisi di Brazil dan Argentina adalah penyuplai pemain ke Eropa,” ujar Sergio.

Tiga pemain lain, kata Sergio, yaitu Teuku Muhammad Iqbal Alfajri, Hadina Rivaldi Diaz dan Dede Ramadhan masuk ke klub Divisi IV Paraguay, Atlantida. Tim Atlantida merupakan penyuplai pemain terbanyak ke Timnas Paraguay. Empat pemain lagi atas nama Muarrif, Bryan Muharram Setiawan Anwar, Taufiq Aqsar dan Jalwandi direkrut klub Divisi II Paraguay, Fernandi de la Mora.

Selanjutnya, kata Sergio, ada empat pemain lagi yang baru direkrut oleh klub Fernando de la Mora dari 14 pemain yang sedang menjalani seleksi. Ke-14 pemain tersebut, yaitu Zoel Fadli, Andri Muliadi, Nendi Fadriansyah, Firdaus Ramadhan, Zikrillah Tarmizi, Gian Randi Saputra, Satria Setiawan, Feli Ariesta, Randy Risky, Ahmad Agung Fauzan, Armiadi, Hardiansyah, Sayuti dan Arief Hidayat.

“Diperkirakan dari 10 pemain yang tersisa ini masih punya peluang untuk bergabung dalam klub di Paraguay selama selama seleksi yang masih berlangsung. Hanya tiga pemain Faumi Syahreza dan Malem Budiman yang masih didera cidera serta Agam Ramatillah bermasalah dengan jantung bawaan sejak kecil. Kami berharap lebih banyak lagi pemain Aceh yang direkrut oleh klub-klub di Paraguay,” ujar Sergio.

Sementara itu, Kadispora Aceh, Hasan Basri meminta kepada Sergio dan Diego untuk mengirim video pertandingan ujicoba antara ‘Timnas’ Aceh dengan salah satu klub di Paraguay. Nantinya, video itu akan diputar disalahsatu televisi lokal di Aceh supaya bisa disaksikan oleh masyarakat. Permintaan tersebut ditanggapi positif oleh Sergio dan Diego yang siap mengirim rekaman ujicoba terakhir.

Kebangkitan Sepak Bola Serambi Mekah

Berbicara soal pembinaan usia dini, mengingatkan saya pada sejumlah anak-anak muda Aceh seumur remaja SMA yang sampai saat ini masih berada di Paraguay. Sejumlah anak-anak muda Aceh itu, sejak 8 Agustus tahun 2008 dikirim oleh Pemerintah Aceh ke sana dalam rangka menuntut ilmu sepakbola. Oleh sejumlah sejumlah koran lokal, mereka disebut sebagai Timnas Aceh.



Dalam skuad timnas Aceh yang dikirim ke Paraguay berjumlah tiga Puluh putra terbaik Aceh diantaranya, Muarif dari Langsa, Faumi Syah Reza dari Kabupaten Singkil, Satria Setiawan dari Aceh Utara, Zikrillah Tarmidi dari Aceh Utara, Zikri Akbar dari Bireuen, Rahmat Maulana dari Bireuen, Syahrijal dari Bireuen, T M Iqbal dari Bireuen, Zoel Fadli dari Pidie, Nendi Fadriansyah dari pidie, Ahmad Agung Fauzan dari Banda Aceh, Taufik Aksal dari Banda Aceh, Malem Budiman dari Banda Aceh, Dede Ramadhan dari Banda Aceh, Rivaldi dari Banda Aceh, Randi Rizki dari Aceh Besar, Andri dari Aceh Besar, Brayan dari Sabang, dll. Selama di Paraguay, Timnas Aceh saat ini ditangani Escuela Empoli FC.



Mengingat mereka masih harus menempuh pendidikan tingkat SMA, maka mereka juga didampingi oleh empat guru pendamping, yaitu Samsuar,S.Pd sebagai Manager, Mirza Afuadi,S.Pd, Mahdalena,S.Pd, dan Nasruddin,S.Pd.
Tentu saja salah satu tujuan penggiriman tim sepakbola Aceh ke Paraguay adalah untuk memajukan persepakbolaan Aceh. Menurut Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang dikutip beberapa media local bahwa suatu saat Aceh memiliki tim sepakbola yang tangguh, sehingga akan menjadi kiblat persepakbolaan di Tanah Air. Karena itu Pemerintah Provinsi Aceh telah mengalokasikan dana sekitar Rp45 miliar untuk mendanai pembinaan tim junior ke Paraguay selama tiga tahun.

Mengenai keadaan mereka selama di Paraguay, sebagaimana yang dilaporkan media local di Aceh, selama ini perkembangan Timnas Aceh sudah mengalami kemajuan. Bahkan beberapa kali mampu mengalahkan klub papan atas Liga Paraguayo seperti Cerro Porteno. Meskipun pada awal-awal tahun 2010 pernah terbersit kabar bahwa timnas Aceh pernah terlunta-lunta berkaitan masalah tempat tinggal dan konsumsi. Sehingga sempat ramai diprotes oleh orang tua mereka di Aceh. Namun hal itu sudah kembali di atasi setelah dibentuk tim khusus untuk menanggani masalah itu.
Melihat track record kesebelasan Paraguay selama piala dunia kali ini, memang membawa harapan tertentu kepada timnas di Aceh. Seperti yang kita saksikan Timnas Paraguay mampu berbuat banyak meskipun akhirnya dihentikan dapat dihentikan Spanyol untuk memperoleh satu tiket menuju babak semifinal.
Pertanyaannya adalah apakah gaya sepakbola Aceh ke depan akan seperti yang diperlihatkan oleh timnas Paraguay selama piala dunia itu? Jawabanya sangat tergantung pada kemampuan mereka yang sedang berlatih di Paraguay dalam mengadopsi gaya sepakbola di sana. Banyak yang berharap mereka mampu melakukan itu sehingga dapat membawa perubahan dalam dunia sepakbola kita.

Satu hal yang perlu dicatat, melihat perkembangan sepakbola kita selama ini yang belum dapat berbicara banyak banyak. Mungkin ini salah satu solusi, bagaimana setiap daerah mau mengirim atlet sepakbolanya untuk belajar di negeri orang. Tak perlu mengharapkan pada PSSI. Memang hasilnya perlu ada pembuktian, tetapi Aceh sudah mencoba melakukannya.
AYO BANGKIT GARUDA-GARUDA MUDA SERAMBI MEKAH.

Semoga Garuda-Garuda Muda Seantero Nusantara Juga Bangkit Untuk Memerah Putihkan Dunia

Senin, 28 Maret 2011

Menpora Tak Lagi Mengakui Pengurus PSSI

Menpora Tak Lagi Mengakui Pengurus PSSI


Menpora Tak Lagi Mengakui Pengurus PSSI
Menegpora mengeluarkan pernyataan setelah berkonsultasi dengan Ketua Umum KONI/KOI.

VIVAnews - Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora), Andi Mallarangeng memberikan pernyataan resmi terkait kisruh Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau, Sabtu 26 Maret 2011. Menegpora mengeluarkan pernyataan setelah berkonsultasi dengan Ketua Umum KONI/KOI, Rita Subowo.

Menegpora setelah kisruh di Pekanbaru memang menyatakan keprihatinannya. Setelah mendengar laporan Ketua Umum KONI/KOI yang hadir di Pekanbaru, Menegpora mengeluarkan pernyataan resmi di kantornya di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Senin siang, 28 Maret 2011.

Berikut rincian pernyataan pers Menegpora:

Salam Olahraga,
1. Bahwa press conference ini diadakan dalam rangka menyikapi perkembangan terakhir kongres PSSI.

2. Bahwa dalam hal ini Saya selaku Menpora bersama Ketua Umum KONI/KOI dan jajarannya telah bertemu dan mendiskusikan perkembangan terakhir ini.

3. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU-SKN), Pasal 13, bahwa “Pemerintah mempunyai kewenangan untuk mengatur, membina, mengembangkan, melaksanakan, dan mengawasi penyelenggaraan keolahragaan secara nasional”.

4. Dalam UU-SKN Pasal 16, bahwa “Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 sampai dengan Pasal 15 diatur dengan Peraturan Pemerintah”.

5. Dalam UU-SKN Pasal 87, bahwa “Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat melakukan pengawasan atas penyelenggaraan keolahragaan. Pengawasan dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengawasan diatur dengan Peraturan Pemerintah.

6. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, Pasal 118, bahwa “Pengawasan dimaksud meliputi pengendalian internal dilakukan dengan cara memantau, mengevaluasi, dan menilai unsur kebijakan, prosedur, pengorganisasian, personil, perencanaan, penganggaran, pelaporan, dan supervisi dari penyelenggara kegiatan keolahragaan.

7. Dalam Pasal 90, bahwa “Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga wajib memiliki persyaratan: … (d). struktur dan personalia yang kompeten ….

8. Dalam Pasal 121, bahwa “Dalam rangka efektivitas pengawasan, Menteri, gubernur, dan bupati/walikota dapat mengenakan sanksi administratif kepada setiap orang atau organisasi olahraga yang melakukan pelanggaran administratif dalam pelaksanaan penyelenggaraan keolahragaan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.” Serta “Pengenaan sanksi administratif pada tiap pelanggaran administratif dalam pelaksanaan penyelenggaraan keolahragaan tingkat nasional dilaksanakan oleh Menteri.”

9. Dalam Pasal 122, bahwa “Bentuk sanksi administratif dimaksud meliputi peringatan; teguran tertulis; pembekuan izin sementara; pencabutan izin; pencabutan keputusan atas pengangkatan atau penunjukkan, atau pemberhentian; pengurangan, penundaan, atau penghentian penyaluran dana bantuan; dan/atau kegiatan keolahragaan yang bersangkutan tidak diakui.

10. Memperhatikan Rekomendasi Kongres Sepakbola Nasional (KSN) bulan Maret 2010 di Malang, terutama butir tentang “PSSI perlu segera melaksanakan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik, serta harapan masyarakat dan mengambil langkah-langkah konkrit sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan masyarakat”.

11. Memperhatikan kegagalan Komite Eksekutif PSSI mengikuti ketentuan FIFA Standard Electoral Code di dalam pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan yang bertugas untuk memilih calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Exco PSSI periode 2011-2015, yang berakhir dengan dibatalkannya seluruh Calon oleh Komite Banding Pemilihan.

12. Memperhatikan peringatan Pemerintah bersama KONI/KOI kepada PSSI pada tanggal 21 Februari 2011.

13. Memperhatikan keputusan Executive Committee FIFA pada tanggal 3 Maret 2011 yang mewajibkan diselenggarakannya kongres PSSI tanggal 26 Maret 2011 untuk membentuk komite pemilihan dan komite banding pemilihan, dan kongres pemilihan executive committee PSSI paling lambat sebelum tanggal 30 April 2011 yang harus dilaksanakan sesuai ketentuan FIFA Standard Electoral Code.

14. Memperhatikan kegagalan Executive Committee PSSI di dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan kongres PSSI tanggal 26 Maret 2011 di Pekanbaru yang mengakibatkan 78 pemilik suara PSSI yang sah melaksanakan kongres tanpa dihadiri oleh Pengurus PSSI.

15. Memperhatikan laporan dari KONI/KOI berdasarkan hasil pengamatan peninjau dari KONI/KOI yang secara langsung hadir di lokasi kongres.

16. Memperhatikan pula laporan dari berbagai media yang hadir dan meliput situasi yang berkaitan dengan kongres PSSI di Pekanbaru.

17. Memperhatikan peringatan-peringatan yang dilakukan oleh Pemerintah menjelang kongres di Pekanbaru berkaitan dengan ketidakjelasan undangan, hak suara, peraturan organisasi, agenda, dan jalannya kongres yang harus transparan, demokratis, jujur, dan adil, serta dengan semangat sportivitas, sesuai dengan FIFA Standard Electoral Code dan Peraturan Perundang-undangan serta ketentuan keolahragaan di Indonesia.

18. Pemerintah bersama KONI/KOI beranggapan bahwa Pengurus PSSI telah meninggalkan tugas dan tanggungjawabnya dalam menyelenggarakan kongres tanggal 26 Maret 2011 di Pekanbaru.

19. Pemerintah dan KONI/KOI beranggapan bahwa persiapan penyelenggaraan kongres tidak mengikuti prosedur dan mekanisme sesuai peraturan yang berlaku, tidak dilakukan dengan profesional, dan tidak dilakukan dengan transparan, demokratis, serta semangat sportifitas. Mekanisme penentuan pemegang hak suara dan distribusi undangan tidak jelas bahkan sampai hari kongres, registrasi peserta kacau, peraturan pemilihan yang akan digunakan dalam penyelenggaraan kongres tidak jelas dan tidak disosialisasikan.

20. Berbagai pihak yang semestinya mendapatkan informasi tentang kongres tidak mendapatkan informasi sebagaimana mestinya mengenai pemegang hak suara, distribusi undangan, peraturan pemilihan, dan sebagainya. Dalam hal ini FIFA Standard Electoral Code, Preamble (Preliminary Remarks) butir (g) mewajibkan komite eksekutif untuk menyebarkan informasi umum mengenai pemilihan dan peraturan pemilihan kepada para anggota, badan pemerintah, dan media massa. Dalam hal ini Pemerintah dan KONI/KOI tidak pernah menerima informasi mengenai hal tersebut.

21. Ketidakhadiran Pengurus PSSI di lokasi kongres, khususnya Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal, sampai pada jadual pembukaan kongres yang telah ditetapkan telah mengakibatkan kebingungan dan ketidakpastian para peserta kongres. Bahkan pengumuman “pembatalan kongres” tidak dilakukan di depan para peserta ataupun di lokasi kongres, melainkan di tempat lain yang tidak diketahui oleh peserta.

22. Peninjau KONI/KOI melaporkan bahwa sejumlah 78 anggota PSSI pemilik hak suara memutuskan untuk membuka dan melanjutkan kongres PSSI walaupun tanpa kehadiran Pengurus PSSI. Dilaporkan juga bahwa kongres itu telah berjalan dengan baik, tertib, dan demokratis sesuai dengan aturan yang berlaku. Para peserta kongres tersebut telah berhasil mengesahkan peraturan pemilihan, memilih Anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.

Berdasarkan fakta-fakta dan pertimbangan di atas, Pemerintah bersama KONI/KOI berpendapat sebagai berikut:
I. Menunggu sikap FIFA atas keputusan kongres PSSI tanggal 26 Maret 2011 di Pekanbaru yang diikuti oleh 78 anggota PSSI pemilik hak suara.

II. Jika Keputusan Kongres tersebut disikapi secara positif oleh FIFA, maka Pemerintah bersama KONI/KOI mendukung segera dilaksanakannya kongres PSSI untuk memilih Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Executive Committee PSSI Periode 2011-2015 sesuai jadual yang telah ditetapkan oleh FIFA yaitu sebelum tanggal 30 April 2011.

III. Apabila FIFA bersikap lain, maka Pemerintah bersama KONI/KOI mendukung segera diselenggarakannya kongres PSSI untuk memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan yang baru, dan selanjutnya melaksanakan kongres pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Executive Committee PSSI Periode 2011-2015.

IV. Apabila situasi butir III yang terjadi, maka Pemerintah bersama KONI/KOI beranggapan bahwa Pengurus PSSI dibawah pimpinan Ketua Umum Saudara Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Saudara Noegraha Besoes tidak kompeten untuk memimpin organisasi PSSI, dan karenanya tidak kompeten untuk menyelenggarakan kongres PSSI.

V. Untuk mencegah hal-hal yang bisa menyebabkan terulangnya kegagalan kongres PSSI karena ketidak-kompetenan pengurus PSSI, terutama ketidak-tertiban di dalam penentuan hak suara, distribusi undangan, penentuan peraturan pemilihan, agenda kongres, serta ketidak-bertanggungjawaban dalam penyelenggaraan kongres, maka dengan ini Pemerintah menyatakan tidak mengakui lagi Pengurus PSSI di bawah pimpinan Ketua Umum Saudara Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Saudara Noegraha Besoes, serta seluruh kegiatan keolahragaan yang diselenggarakan kepengurusan PSSI tersebut.

VI. Kebijakan ini diambil berdasarkan kewenangan Pemerintah yang terdapat pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 serta Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007. Kebijakan ini juga diambil demi menyelamatkan organisasi PSSI dan melindungi kepentingan persepakbolaan nasional.

VII. Dengan kebijakan ini, maka seluruh jajaran pemerintahan baik di pusat maupun di daerah, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia, tidak dapat lagi memberikan pelayanan dan fasilitasi kepada kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Ketua Umum Saudara Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Saudara Noegraha Besoes, serta seluruh kegiatan keolahragaannya.

VIII. Dengan ini pula maka Pemerintah menghentikan sementara penyaluran dana yang bersumber dari APBN, sampai terbentuk kepengurusan PSSI yang baru periode 2011-2015.

IX. Demi kepentingan nasional, maka persiapan Tim Nasional Sepakbola Indonesia untuk menghadapi SEA Games 2011 harus terus berjalan. Dalam hal ini Pemerintah bersama KONI/KOI sepakat bahwa KONI/KOI bersama Program Indonesia Emas (PRIMA) akan menjalankan persiapan Tim Nasional.

X. Seluruh pertandingan LSI, Divisi Utama, Divisi I, II, dan III tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan supervisi KONI/KOI bersama Pengprov PSSI dan Klub setempat.

XI. Pemerintah bersama KONI/KOI akan terus berkomunikasi dan bekerjasama dengan FIFA untuk mencari solusi terbaik dalam rangka penyelenggaraan kongres PSSI serta terpilihnya Komite Eksekutif PSSI Periode 2011-2015 yang kredibel.

XII. Pemerintah bersama KONI/KOI meminta dukungan dan doa seluruh rakyat Indonesia, seluruh pecinta bola di manapun berada agar langkah-langkah yang diambil ini akan berujung pada terbentuknya Pengurus PSSI yang kredibel dan kemajuan sepakbola Indonesia.

XIII. Sudah saatnya sepakbola Indonesia kembali menjadi yang terbaik di Asia Tenggara, menjadi salah satu Macan Asia, dan berbicara pada tingkat dunia.

XIV. Salam Olahraga, Jayalah Sepakbola Indonesia.

Tertanda
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Ketua Umum KONI/KOI
Dr. Andi Mallarangeng Rita Subowo
• VIVAnews

Kamis, 02 Desember 2010

Piala AFF 2010 Para Pelatih Asing 'Menjajah' Asia Tenggara

Piala AFF 2010 Para Pelatih Asing 'Menjajah' Asia Tenggara


Asia Tenggara kini sudah menjadi wilayah jajahan bagi para pelatih asing untuk tim nasional sepakbola. Ini dibuktikan dengan dominasi pelatih asing di Piala AFF 2010.

Tercatat enam dari delapan kontestan putaran final Piala AFF 2010 dipoles pelatih asing. Bahkan di masing-masing grup, tiga kontestan dipoles pelatih asing.

Di Grup A, Indonesia menyewa tenaga Alfred Riedl yang asal Austria, Thailand dengan Bryan Robson (Inggris) serta Laos dipoles David Booth (Inggris). Hanya Malaysia memakai pelatih lokal, Rajagobal Khrisnasamy.

Di Grup B, juara bertahan Vietnam ditukangi Henrique Calisto (Portugal), Singapura dengan Radojko 'Raddy' Avramovic (Serbia) dan Filipina bersama Simon McMenem (Inggris). Hanya Myanmar memanfaatkan pelatih lokal, Tim Myint Aung.

Tampaknya, negara-negara ASEAN lebih percaya kepada para ekspatriat itu karena bisa menghadirkan prestasi instan. Singapura mencicipi sukses instan setelah merekrut Radojko 'Raddy' Avramovic sejak 2003. Setahun kemudian, pelatih yang kini berusia 61 ini langsung membawa Negeri Singa menjadi juara AFF dengan mengalahkan Indonesia lewat agregat 5-2 di final.

Raddy sukses mempertahankan gelar itu pada 2007 dengan menaklukkan Raja ASEAN, Thailand dengan agregat 3-2. Pada penyelenggaraan terakhir, 2008, pelatih yang pernah sekali tampil di timnas Yugoslavia ini membawa Singapura ke semifinal meski hanya berada di posisi 3 bersama Indonesia.

Henrique Calisto jadi pelatih sukses berikut di ASEAN bersama Vietnam. Pelatih Portugal ini baru direkrut pada 2007, tapi sudah mampu mengantarkan Vietnam menjadi juara Piala AFF 2008.

Kunci pelatih 57 tahun ini yakni pemahaman peta kekuatan sepakbola ASEAN. Calisto pernah menangani Vietnam pada 2002, sebelum berprestasi dengan tim Liga Vietnam, Ding Tam Long An yakni dua kali menjadi juara V-League.

Pemahaman kultur dan peta kekuatan sepakbola ASEAN ini juga dipakai Indonesia ketika merekrut Alfred Riedl sejak awal tahun ini. Pelatih asal Austria 61 tahun ini wara wiri menangani negara-negara Asia Tenggara. Riedl memoles Vietnam selama tiga periode (1998-2001, 2003-2004, 2005-2007) sebelum berpaling ke Laos pada 2009-2010.

Selain itu, sukses timnas Laos menaklukkan Indonesia di SEA Games 2009 juga menjadi salah satu alasan PSSI. Bersama Riedl, Tim Merah Putih berharap banyak bisa mengukir prestasi awal di Asia Tenggara.

Bryan Robson

Dari deretan pelatih asing ini, Bryan Robson yang memoles Thailand sejak 2009 tak punya curriculum vitae mengilap. Mantan pemain Manchester United dan kapten Inggris yang kini berusia 53 tahun ini kurang sukses saat menangani klub Premier League, Middlesbrough.

Di kawasan ASEAN, prestasi pelatih Laos, David Booth mungkin lebih baik. Pelatih 62 tahun yang menggantikan Riedl sejak 2010 ini sempat berjaya di Liga India. Bersama Mahindra United, Booth menjadi juara Federation Cup 2003 serta The Mumbai League 2002-03, serta I-League Second Division Title 2007-08 bersama Mumbai FC.

Tugas paling berat mungkin akan diemban Simon McMenem yang melatih Filipina. Pria asal Inggris ini tak begitu dikenal reputasinya ditambah prestasi Filipina yang tak pernah mencorong di kawasan ASEAN.